Ini Dia, SD Card Pertama dengan Teknologi NFC

KOMPAS.com - Setelah banyak diterapkan di kamera digital Near Field Communication (NFC) kini merambah ke kartu memori. Produk SD card pertama yang dibekali teknologi tersebut minggu ini diperkenalkan oleh Toshiba.

Sebagaimana dikutip Kompas Tekno dari PetaPixel, Jumat (9/1/2014) SD Card NFC Toshiba memungkinkan pengguna dengan mudah mengintip foto-foto apa saja yang tersimpan dalam kartu memori bersangkutan, tanpa perlu memakai card reader ataupun kamera digital. 

Caranya, cukup dengan mendekatkan kartu memori dengan smartphone, lalu membuka aplikasi "Memory Card Preview" dari Toshiba. 

Ponsel pintar Android yang sudah dilengkapi dengan fitur NFC pun secara otomatis akan menampilkan 16 thumbnail dari foto yang tersimpan di dalam kartu memori SD card NFC.

Selain itu, aplikasi Memory Card Preview juga akan menampilkan besarnya ruang kosong yang masih tersisa di SD Card NFC.

Teknologi ini diharapkan bisa mempermudah fotografer yang kerap bingung soal di kartu memori mana sebuah foto tersimpan. 

Meski belum menyebutkan harga, Toshiba berencana memasarkan kartu memori SD Card NFC buatannya mulai Februari mendatang, dengan pilihan kapasitas 8 GB, 16 GB, dan 32 GB. Aplikasi Android Memory Card Preview akan disalurkan ke Google Play dalam waktu yang sama. 
READ MORE - Ini Dia, SD Card Pertama dengan Teknologi NFC

Alcatel Pixi 3 Dukung 3 OS Sekaligus

KOMPAS.com - Lama tidak terdengar, produsen ponsel Alcatel telah menyatakan kesiapannya untuk beraksi kembali di tahun 2015.

Sebagai pembuka, perusahaan asal Prancis ini mengungkapkan bahwa mereka akan merilis sebuah seri ponsel unik yang dinamakan Pixi 3.

Seri ponsel tersebut dikatakan unik karena dapat mendukung tiga sistem operasi mobile sekaligus, yaitu Windows Phone dari Microsoft, Android dari Google, dan Firefox OS dari Mozilla.

Akan tetapi, hingga saat ini, Alcatel masih belum memberikan informasi lebih lanjut perihal tiga OS tersebut. 

Tidak diketahui, apakah ketiganya tersimpan secara bersamaan di satu perangkat atau pengguna boleh memilih salah satu dari ketiga OS tersebut.

Pixi 3, seperti dikutip KompasTekno kutip dari Slashgear, Sabtu (3/1/2014), akan hadir dalam empat pilihan bentang layar, yaitu 3,5 inci, 4 inci, 4,5 inci, dan 5 inci.

Seri Pixi 3 dengan layar terkecil nantinya hanya akan mendukung koneksi jaringan 3G. Sementara, sisanya sudah mendukung jaringan 4G LTE.

Spesifikasi dari seri produk ini sendiri masih belum dibeberkan. Namun, seperti kebanyakan produk ponselnya selama ini, Alcatel menyatakan bahwa seri Pixi 3 akan dilepas ke pasar dengan harga yang terjangkau.

Detail lain dari Pixi 3 ini sendiri akan diumumkan pada pagelaran pameran elektronik Consumer Electronics Show 2015 pada 6 hingga 9 Januari mendatang di Las Vegas, AS.
READ MORE - Alcatel Pixi 3 Dukung 3 OS Sekaligus

Melihat Lebih Dekat BlackBerry Classic

KOMPAS.com - Lama ditunggu, BlackBerry Classic akhirnya resmi diluncurkan dalam sebuah acara di New York, AS, Rabu (17/12/2014) kemarin waktu setempat.

Smartphone QWERTY ini adalah perangkat terbaru dari BlackBerry yang mengusung tampilan "lama". Classic mengembalikan fitur utility Belt yang dihilangkan pada ponsel BlackBerry OS 10.

Utility Belt adalah bagian yang berada di antara deretan tombol keyboard dan layar, di mana terdapat trackpad, serta tombol-tombol menu, panggilan, dan escape (back).

Bentuk Classic pun tak ubahnya BlackBerry lawas. Hanya saja, ukurannya lebih besar dibandingkan smartphone BlackBerry tradisional dulu.

Seperti apa persisya tampang BlackBerry Classic? Amati penampilan perangkat itu dalam rangkaian foto dan video yang dirangkum Kompas Tekno dari berbagai sumber ini.
The Verge
Tampak depan BlackBerry Classic
The Verge
Tampak belakang BlackBerry Classic
The Verge
Tombol pengur volume di sisi samping BlackBerry Classic

READ MORE - Melihat Lebih Dekat BlackBerry Classic

Menilik Keunggulan Kamera Putar di Smartphone

KOMPAS.com - Selain memperhatikan “jeroan” dalam smartphone, biasanya kita akan mengincar juga smartphone dengan kamera yang memiliki kualitas dan fitur yang unik. 

Beberapa smartphone keluaran Oppo menghadirkan kamera yang unik, salah satunya adalah Oppo N3. Oppo N3 ini memiliki kamera dengan resolusi 16 MP yang lensanya dibuat oleh vendor optik Schneider-Kreuznach. 

Menariknya, kamera Oppo N3 ini dapat diputar dan diatur untuk berputar secara otomatis ke depan maupun belakang. Dengan kemampuannya untuk berputar secara otomatis ini memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto panorama secara otomatis. 

Berbeda dengan pengambilan foto panorama biasa yang harus menggeserkansmartphone dari kiri ke kanan, pengambilan gambar panorama otomatis ini cukup menahan posisi ponsel dan membiarkan kamera berputar secara otomatis hingga foto panorama selesai diambil. 

Untuk mengendalikan kamera putar secara otomatis ini kita dapat mengaktifkan pada menu kamera atau menggunakan pengendali jarak jauh O-Click yang telah satu paket dengan Oppo N3. Dengan pengendali ini memudahkan kita untuk mengatur gerakan putar kamera sesuai keinginan.

Sebagai pendamping kameranya, aplikasi kamera di Oppo N3 dilengkapi dengan beberapa mode pengambilan gambar yang terdiri dari Normal, Ultra-HD, Colorful Night, Beautify, HDR, Panorama, Audio Photo, GIF mode, Double Exposure, Auto Panorama, Super Marco, After Focus, dan RAW.
READ MORE - Menilik Keunggulan Kamera Putar di Smartphone

80 Persen Pengguna di Indonesia Pakai Smartphone Murah

JAKARTA, KOMPAS.com - Bob Bao, Managing Director Baidu Indonesia, memaparkan hasil riset Baidu terhadap pengguna mobile internet di Indonesia. 

Salah satu temuan Baidu adalah masih banyaknya pengguna mobile internet di Indonesia yang menggunakan smartphone dengan kisaran harga di bawah Rp 3 juta. 

"Jika dirata-rata, harga perangkat smartphone yang digunakan ada di angka Rp 2,148 juta," tutur Bob Bao dalam gelaran Startup Asia Jakarta 2014, Rabu (26/11/2014). 

Namun, lanjutnya, riset itu menunjukkan 87,3 persen pengguna ingin menggantismartphone-nya dengan ponsel Android yang lebih baik. Anggarannya? Rata-rata di Rp 2,907 juta.

Hal lain yang menurutnya cukup mengejutkan adalah bahwa pengguna internet lewat mobile justru banyak di rumah dengan angka 95 persen. Bandingkan dengan kantor (36 persen) atau perjalanan (27 persen). 

"Sebelumnya, kami kira akses terbanyak dilakukan saat di perjalanan," tutur Bao. 

Temuan lain yang menurutnya menarik adalah bahwa 40 persen pengguna hanya memakai 1-2 aplikasi. 

"Kita sebagai startup, harusnya bisa mencari apa sebenarnya yang menarik bagi orang Indonesia. Data ini menunjukkan banyak developer belum cocok aplikasinya dengan pengguna," ia menjelaskan. 

Lima jenis aplikasi yang sering digunakan, tutur Bao, adalah jejaring sosial (81 persen), browser (65 persen), game (35 persen), musik (32 persen) dan berita (17 persen). 

Bao mengatakan startup harus banyak belajar soal perilaku konsumen di Indonesia. Selain itu, perlu juga membangun ekosistemnya. 

Ia yakin, dengan populasi penduduk yang besar, Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar pengguna internet di masa depan. Industri digital pun diharapkannya bisa terus tumbuh.
READ MORE - 80 Persen Pengguna di Indonesia Pakai Smartphone Murah

Memanggil Kamera Oppo R5 dengan Gerakan Jari

KOMPAS.com - Dengan ketebalan tak sampai 5 mm, Oppo R5 yang diperkenalkan akhir bulan lalu diklaim pembuatnya sebagai smartphone tertipis di dunia. 

Selain bodi ramping, Oppo R5 dibekali kemampuan potret mumpuni dengan sensor "stacked CMOS" 13 megapixel besutan Sony dan aperture f/2.0.

Oppo R5 pun menyediakan cara alternatif yang untuk menjalankan aplikasi kamera ketika pengguna ingin mengambil gambar.

Selain menekan icon aplikasi kamera seperti biasa, pengguna Oppo R5 bisa memanfaatkan fitur Off Screen Gesture yang merupakan ciri khas antarmuka ColorOS dismartphone Oppo.

Fitur ini bisa dipanggil dengan cara menyapukan jari dari sisi luar layar bagian bawah ke tengah layar. Lalu, pada drawing area yang muncul, cukup gambar bentuk lingkaran dengan jari untuk menjalankan aplikasi kamera.

Off Screen Gesture juga bisa dipakai untuk menjalankan aplikasi lain di luar kamera. Dengan menggambar huruf "V", misalnya, Oppo R5 akan membuka aplikasi senter.

Pemilik R5 juga bisa menambahkan gestur buatan sendiri untuk menjalankan fungsi atau aplikasi tertentu sehingga menambah kepraktisan penggunaan sehari-hari.
Editor: Reza Wahyudi
READ MORE - Memanggil Kamera Oppo R5 dengan Gerakan Jari

Dijual di Toko, Redmi 1S Lebih Mahal

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu rahasia harga murah dari produk-produk Xiaomi adalah model penjualan pabrikan asal Tiongkok tersebut yang mengandalkan channel online. Dengan dijual secara offline lewat jaringan toko Erafone, harga jual produk Xiaomi pun mengalami peningkatan.

"Memang ada kenaikan harga karena ada hal-hal lain yang harus dipertimbangkan sebagai komponen biaya," kata GM Xiaomi untuk wilayah Asia Tenggara, Steve Vickers, yang ditemui oleh KompasTekno usai acara jumpa pers Xiaomi dan Erafone di Jakarta, Jumat (14/11/2014).

Vickers hadir bersama eksekutif-eksekutif dari Grup Erayaja selaku pemilik jaringan toko Erafone untuk mengumumkan penjualan perdana produk Xiaomi secara offline. CEO Retail Erajaya Group Jeremy Sim yang turut hadir dalam acara membenarkan bahwa produk Xiaomi yang dijual pihaknya lebih mahal dari harga online.

"Tapi kenaikannya sedikit sekali. Redmi 1S yang oleh Lazada dijual Rp 1.499.000, kami jual Rp 1.549.000," terang Jeremy. 

Selisih harga sebesar Rp 50.000 itu disebutnya merupakan kenaikan yang diperlukan untuk menutup biaya tambahan yang diperlukan untuk pemasaran offline, seperti urusan logistik.

Untuk saat ini gerai Erafone baru memasarkan ponsel Xiaomi Redmi 1S. Pihak Erajaya berencana turut menjual produk-produk lain seperti headphone dan powerbank, bahkan juga TV pintar, tapi waktu ketersediaannya belum diketahui. "Kami usahakan secepatnya," kata Jeremy.

Untuk penjualan perdana Sabtu (16/11/2014) besok, produk Xiaomi baru akan tersedia di gerai Erafone Mal Taman Anggrek dan Android Nation Grand Indonesia. Namun, dalam minggu ini juga pihak Erajaya menargetkan sudah bisa menjual Xiaomi di 20 gerai Erafone di wilayah Jadebotabek. Kota-kota lain seperti Bandung dan Surabaya dijadwalkan menyusul minggu depan.
READ MORE - Dijual di Toko, Redmi 1S Lebih Mahal
 

Postingan Populer

Diberdayakan oleh Blogger.